Dalam upaya memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi (SPMI-PT) berbasis Outcome-Based Education (OBE), kegiatan Pelatihan SPMI-PT berbasis OBE dilaksanakan pada tanggal 5–6 Mei 2026 di Eastparc Hotel Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan penanggung jawab SPMI perguruan tinggi sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola mutu institusi secara berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi dari Permendikbudsaintek Nomor 39 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya penguatan budaya mutu (quality culture) dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi pengelola mutu perguruan tinggi, kegiatan ini juga menjadi media benchmarking terhadap praktik baik pengelolaan mutu yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada, khususnya dalam implementasi sistem penjaminan mutu berbasis OBE serta integrasi antara SPMI dan SPME.
Hari pertama pelatihan, Selasa, 5 Mei 2026, diawali dengan pembukaan dan orientasi kegiatan oleh panitia pelaksana. Sesi utama pertama disampaikan oleh Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr. mengenai Kebijakan Nasional SPM Dikti dan implementasi SPMI dalam kerangka Permendikbudsaintek Nomor 39 Tahun 2025. Materi yang dibahas meliputi arah kebijakan terbaru pendidikan tinggi, transformasi sistem penjaminan mutu perguruan tinggi, penguatan tata kelola mutu berbasis standar, serta strategi implementasi SPMI yang adaptif dan berkelanjutan dalam mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, M.Sc. mengenai implementasi Outcome-Based Education (OBE). Pembahasan difokuskan pada penyelarasan capaian pembelajaran lulusan dengan kurikulum, proses pembelajaran, asesmen pembelajaran, serta evaluasi ketercapaian learning outcomes sebagai dasar peningkatan mutu akademik berbasis luaran.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ir. M. Waziz Wildan, M.Sc., Ph.D., IPU mengenai hubungan SPMI dan SPME. Pembahasan menitikberatkan pada integrasi sistem penjaminan mutu internal dengan sistem penjaminan mutu eksternal, keterkaitan implementasi PPEPP dengan akreditasi, serta strategi continuous quality improvement dalam pengelolaan mutu perguruan tinggi.
Hari kedua pelatihan, Rabu, 6 Mei 2026, difokuskan pada praktik implementatif penyusunan dokumen akademik dan dokumen mutu perguruan tinggi. Sesi dokumen akademik kembali dipandu oleh Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr. yang membahas praktik penyusunan dan penyelarasan dokumen akademik berbasis OBE. Kegiatan praktik mencakup pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan, keterkaitan CPL dengan mata kuliah, strategi pembelajaran, hingga sistem evaluasi pembelajaran yang mendukung ketercapaian kompetensi lulusan.
Paparan dari Tim Solusi Kampus Indonesia (SKI) turut memberikan penguatan mengenai dukungan sistem dan pengembangan pengelolaan dokumen mutu perguruan tinggi berbasis digital sebagai bagian dari penguatan tata kelola mutu institusi.
Sesi dokumen mutu dipandu oleh Septimawanto Dwi Prasetyo, M.Si., Apt. dengan fokus pada praktik penyusunan dokumen mutu SPMI. Materi yang dibahas meliputi pengembangan kebijakan mutu, standar mutu, manual mutu, formulir mutu, serta instrumen pendukung PPEPP yang selaras dengan implementasi Permendikbudsaintek Nomor 39 Tahun 2025. Praktik ini bertujuan memastikan implementasi SPMI tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjadi instrumen pengendalian, evaluasi, dan peningkatan mutu secara sistematis dan berkelanjutan di tingkat institusi maupun program studi.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi, meningkatkan komitmen mutu pimpinan dan sivitas akademika, serta memperkuat implementasi SPMI yang efektif, adaptif, dan selaras dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi menuju peningkatan mutu institusi secara berkelanjutan.
